Sebuah perjalanan hidup dari seorang Aminah Assilmi, warga Amerika Serikat seorang kristen yang taat dan kemudian menjadi muslimah yang sangat berpengaruh di Amerika. Berikut adalah kisah perjalanan Hidup Aminah Assilmi menjadi seorang muslim.

Aminah Assilmi memang telah meninggal dunia pada 6 Maret 2010 dalam sebuah kecelakaan mobil di Newport, Amerika Serikat dan meninggalkan semua yang dikasihinya, termasuk putranya yang tengah dirawat di rumah sakit. Namun, salah satu perempuan muslim dari 500 muslim yang paling berpengaruh di dunia ini telah meninggalkan jejak yang tidak akan di lupakan oleh orang islam seluruh dunia.
Pertama Kali Aminah Assilmi Mengenal Islam dan Mulai Mempelajari Agama Islam :
Salah Masuk Kelas :
Aminah Assilmi terlahir dari keluarga kristen baptis di wilayah selatan Amerika Serikat. Aminah adalah seorang perempuan yang cerdas. Saat kuliah ia mendapat beasiswa dan sudah mengelola bisnisnya sendiri. Selain itu ia juga bekerja sebagai jurnalis di media elektronik.
Sebuah kesalahan komputer telah merubah jalan hidupnya. Selepas kepulangan nya dari Oklahoma, ia mendapati kesalahan pada komputer pra-registrasi universitas. Akibatnya ia salah masuk kelas. Seharusnya ia masuk dalam kelas terapi rekreasional, dan bukan kelas teater.
Setelah berkonsultasi dengan suami dan dosennya, Aminah yang pemalu tetap harus mengikuti kelas tersebut. Di luar dugaan kelas teater di penuhi oleh orang-orang Arab yang dianggapnya kafir. Aminah lalu pulang ke rumah dan memutuskan untuk tidak masuk kelas lagi. Suaminya mencoba menenangkannya dan mengatakan mungkin Tuhan memiliki alasan dan rencana dibalik semua kejadian yang telah terjadi.
Saat kembali ke kelas Aminah mulai mendiskusikan ajaran Kristen dengan teman-teman arabnya. Aminah mengajak mereka menerima Yesus. Namun dengan sopan mereka menolak, lalu Aminah mempelajari Al-Qur'an untuk mematahkan keyakinan mereka terhadap islam. Aminah meminta seorang mahasiswa Arab memberinya Al-Qur'an. Aminah lalu meneliti selama satu setengah tahun dan membaca seluruh isi Al-Qur'an dan buku tentang islam.
Namun tanpa disadari Al-Qur'an telah mengubahnya menjadi seseorang yang berbeda. Ia tak mau lagi pergi ke Bar dan makan daging babi. Perubahan-perubahan itu membuat suaminya mencurigai Aminah telah selingkuh. Suaminya mengusir Aminah. Aminah lalu pindah dan hidup sendirian di sebuah apartemen.
Pertama Mengucap Dua Kalimat Syahadat :
Dalam kesendiriannya, Aminah terus mempelajari islam. meskipun Al-Qur'an telah mengubahnya, ia tetap seorang kristen yang taat. Sampai suatu hari, seorang lelaki yang kemudian diketahuinya bernama Abdul Aziz Al-Syaikh mengetuk pintu apartemennya.
Kedatangan Abdul Aziz bersama ketiga temannya membuka mata Aminah tentang islam. Banyak pertanyaan mengenai islam yang ia temukan selama penelitian dan akhirnya terjawab oleh Abdul Aziz.
Diskusi dengan Abdul Aziz membuka lebih luas cakrawala pikiran Aminah mengenai islam. Aminah menemukan islam sebagai agama yang indah dan sempurna. Tanpa ragu lagi, ia mengucapkan dua kalimat syahadat keesokan harinya pada tanggal 21 Mei 1997, disaksikan Abdul Aziz dan Sahabat-sahabatnya.
Cobaan Bertubi-tubi Saat Menjadi seorang Muslim :
Setiap melahirkan konsekuensi, begitu pun pilihan Aminah akan islam. Aminah kehilangan banyak teman karena dianggap tidak lagi menyenangkan. Ibunya tidak bisa menerima keyakinan barunya. Saudara perempuannya yang ahli jiwa menganggap ia gila dan ingin memasukkan nya ke tempat rehabilitasi gangguan mental. Ayahnya mengambil senjata dan bersiap untuk membunuhnya. Tak hanya kehilangan keluarganya, tidak lama setelah memutuskan berhijab, ia di pecat dari pekerjaannya.
Tidak sampai disitu, begitu mengetahui Aminah masuk islam, suaminya menceraikannya. Pengadilan yang rasis juga telah membuatnya kehilangan anak-anaknya. Pengadilan itu memberikan pilihan yang konyol: meninggalkan islam dan memperoleh hak asuh atas anak-anaknya atau tetap memilih islam dan kehilangan anak-anaknya. Dengan berat hati, Aminah memutuskan untuk tetap dalam berada islam. Meski sakit, dalam hatinya ia mengetahui telah melakukan hal yang benar.
Keluarganya Menerima dia Dan Islam
Kendati didera kemalangan, keimanan islam nya tidak goyah. Ia tetap menjaga komunikasi dengan keluarganya. Dalam berbagai kesempatan, ia mengirimi keluarganya kartu ucapan yang ditulisi kalimat-kalimat bijak dari ayat Al-Qu'an atau hadist. Perjuangannya tidak sia-sia, ucapannya mulai berpengaruh positif bagi keluarganya. Beberapa waktu kemudian, neneknya yang telah berusia lebih dari 100 tahun masuk islam.
Berikutnya yang menjadi muslim adalah sang ayah. Tidak beberapa lama, ibu dan saudara perempuannya. Putra Aminah yang beranjak dewasa dan juga mantan suaminya juga memeluk islam, serta putri mereka.
Namun, hadiah terbesar yang diterimanya adalah kahamilannya - Aminah menikah lagi. Padahal, dokter telah mengatakan bahwa ia tidak bisa lagi punya anak. Namun Allah maha berkehendak. Aminah di anugrahi seorang putra yang diberi nama Barakkah.
Aminah yang dulu kehilangan pekerjaan karena mengenakan jilbab, kini menjadi Presiden Persatuan Wanita Muslim Internasional (Tha National Union Of Muslim Woman). Organisasi dibawah kepemimpinan nya telah berhasil melobi United States Postal Services untuk menyetujui penggunaan prangko Idul Fitri. Selain itu, ia juga memperjuangkan agar hari Idul Fitri di jadikan sebagai hari libur Nasional. Aminah banyak memberikan kuliah di seluruh negara bagian di AS. Selain aktif berdakwah, ia juga menulis dan memberikan advokasi dibidang keislaman dan hak-hak perempuan.
0 Komentar Untuk "Kisah Aminah Assilmi Masuk Islam Karena Kesalahan Komputer"
Out Of Topic Show Konversi KodeHide Konversi Kode Show EmoticonHide Emoticon