Dalam agama islam menggunakan Hijab (Penutup Aurat) adalah hal yang wajib di lakukan oleh setiap wanita. Karenanya berhijab merupakan salah satu ibadah dan berguna melindungi agar tetap menjaga agar seorang wanita terhindar dari segala keburukan. Namun sekarang ini perintah berhijab banyak ditinggalkan, bahkan generasi muda sekarang ini sudah enggan untuk menggunakan hijab, seperti di Indonesia ini.
Di Negara arab sana yang merupakan negara dengan penduduknya mayoritas beragama islam, menggunakan hijab bukan lah yang aneh, menggunakan hijab di negara arab adalah tradisi dan sudah menjadi kewajiban selama bertahun-tahun.
Namun apa jadi nya bila menggunakan Hijab itu dilarang??
 |
| Menutup Aurat adalah Hal yang sangat diwajibkan dalam agama islam |
Menggunakan penutup aurat seharusnya kebebasan yang dilindungi oleh negara, untuk membuat penganutnya merasa aman dan tentram. Sayangnya, beberapa negara justru melarang penggunaan hijab tersebut. Pelarangan tersebut bukannya tidak menimbulkan pro dan kontra. Masyarakat yang merasa ditindas dengan peraturan tersebut kerap mengajukan protes. Namun, pelarangan tetap berlangsung.
Di berbagai negara yang sedikit akan penduduk nya yang beragama islam, menggunakan hijab di negara tersebut sangatlah dilarang, bahkan jikalau ada yang melarangnya pastilah orang tersebut akan ditangkap oleh pihak yang berwajib. Di negara-negara tersebut penduduk yang beragama islam (Minoritas) tidak bisa menikmati kebebasan mereka sebagai umat beragama, agama islam di negara-negara tersebut sangatlah di batasi dan di awasi. Hal ini dilakukan dengan alasan untuk keamanan, karenanya banyak negara maju yang memandang islam sebagai agama yang penuh akan teroris. Sungguh miris sekali pemikiran negara-negara maju kepada agama islam ini.
11 Negara Yang Melarang Penduduknya Berhijab (Menutup Aurat)
1. Negara Belanda
Penduduk yang beragama islam dan bermukin di negara Belanda sangatlah terisolasi dan menjalani kebebasan yang dibatasi, dalam hal ini orang islam di negara kincir angin, tidak bisa melakukan kewajiban menutup aurat seperti yang diperintahkan agama. Tepatnya pada tahun 2007, Pemerintah Belanda melarang cadar di sekolah-sekolah publik serta transportasi umum. Larangan itu diperpanjang untuk universitas dan profesi tertentu di mana tatap muka komunikasi dan kontak mata diperlukan. Staf pengadilan hukum juga dilarang memakai cadar atas dasar Belanda merupakan negara yang netral.
2. Negara Rusia
Sama hal nya dengan Negara Belanda, agama islam di negara ini adalah minoritas, yang mana penduduk yang beragama islam tidak bisa sepenuhnya mengamalkan perintah agama. Pada tahun 2013, wilayah Stavropol (Rusia) merupakan wilayah pertama yang memberlakukan larangan penutup wajah bagi perempuan muslim. Wilayah Ticino juga melarang cadar di tempat umum. Berbanding terbalik di Chechnya, pemerintah setempat justru menentang kebijakan pemerintah Rusia yang melarang pemakaian jilbab di gedung publik.
3. Negara Jerman
Berbeda dengan Negara Belanda Dan Rusia mengenakan kerudung muslim secara nasional tidak dilarang di Jerman. Akan tetapi, pada tahun 2003 Mahkamah Konstitusi Federal memberlakukan pembatasan tersebut pada guru sekolah. Akibatnya, setengah dari 16 negara bagian di Jerman melarang guru mengenakan jilbab dan hijab. Negara bagian Hesse bahkan melarang semua pegawai pemerintahan mengenakan jilbab/kerudung pada tahun 2011. Alasan yang dikemukakan adalah keselamatan jalanan.
4. Negara Italia
Menutup wajah menggunakan burqa di muka umum telah dilarang di Italia sejak tahun 1970 sejak masalah keamanan. Meski hukum tidak ditegakkan secara nasional, tapi pemerintah secara teratur memperluas pemberian hukuman khusus pada perempuan yang mengenakan burqa, niqab, atau pakaian yang menutupi wajah.
5. Negara Tunisia
Pada tahun 1981, Tunisia melarang perempuan mengenakan pakaian yang bernuansa Islam, termasuk jilbab, di sekolah-sekolah dan kantor-kantor pemerintahan. Namun larangan tersebut diabaikan selama bertahun-tahun, hingga tahun 2006 pemerintah menindak tegas perempuan yang mengenakan jilbab dalam upaya mencegah ekstrimisme.
6. Negara Turki
Di Negara yang Mayoritas islam juga ternyata pernah melarang penduduknya berhijab, padahal negara yang mayoritas penduduknya beragama islam seharusnya, mewajibkan rakyatnya untuk berjilbab. Pada tahun 2013 pemerintah Turki mencabut larangan mengenakan jilbab-jilbab Islam tradisional yang meliputi wajah dan rambut di kantor-kantor pemerintahan. Larangan tersebut dicabut untuk mengatasi kekhawatiran bahwa larangan mengenakan jilbab mengecilkan peran perempuan di kantor-kantor pemerintahan. Akan tetapi, burka yang menutupi muka tetap dilarang.
7. Negara Belgia
Pemerintah Belgia memperkenalkan larangan serupa pada tahun 2011 ketika larangan mengenakan cadar dan pakaian yang mengaburkan identitas seseorang di muka umum ditegakkan. Pemerintah Belgia beralasan menutup wajah tidak sesuai dengan aturan hukum.
8. Negara Prancis
Kita orang-orang islam di Eropa lebih banyak tinggal di Prancis, menjadikan negara ini sebagai negara eropa yang memiliki penduduk islam terbanyak di eropa. Meski begitu Prancis yang merupakan rumah bagi sekitar lima juta muslim, justru menjadi negara pertama yang melarang penggunaan cadar di muka publik. Hal tersebut meliputi burqa, niqab, dan kerudung di tempat umum. Pemerintah Prancis mengklaim larangan tersebut ditujukan untuk membantu mengintegrasi orang-orang. Tak hanya kerudung, syal dan sorban pun dilarang dipakai untuk pemeriksaan keamanan.
9. Negara Suriah
Pemerintah Suriah melarang jilbab pada bulan Juli 2010. Tindakan keras diperintahkan oleh pemerintah sekuler di Damaskus di tengah kekhawatiran meningkatnya ekstrimisme Islam di kalangan pelajar Muslim muda. Namun pada tahun 2011, Presiden Suriah Bashar Assad menurunkan tingkat ketegangan dengan memperbolehkan guru untuk memakai niqab.
10. Negara Australia
Tentunya kita masih ingat dengan apa yang telah dilakukan pemerintah Australia terhadap larangan kepada penduduk yang menggunakan Hijab. Pemerintah setempat memberlakukan larangan memakai burqa dengan alasan mengancam keamanan nasional. Hal ini membuat banyak kalangan yang memprotes larangan tersebut. Bahkan memakai jilbab pun dilarang di sekolah-sekolah di Australia.
11. Negara Spanyol
Jika dulu Negara Spanyol adalah negara yang dibesarkan oleh agama islam, kini negara yang memiliki sepak bola terbaik di dunia ini menjadi negara yang sangat melarang penduduknya untuk menggunakan penutup tubuh (jilbab). Adalah Kota Barcelona, satu dari sekian kota di Spanyol yang melarang penggunaan jilbab di tempat-tempat umum. Aturan tersebut berlaku sejak tahun 2010. Sejumlah kota kecil di Spanyol juga melarang kaum Muslim menggunakan penutup wajah dengan alasan hukum.
Apakah Indonesia Juga Termasuk? Mungkin anda sendiri yang bisa menjawabnya...
0 Komentar Untuk "Larangan Berhijab Di Berbagai Negara Dunia"
Out Of Topic Show Konversi KodeHide Konversi Kode Show EmoticonHide Emoticon