Home → Banyak Jalan untuk Menjadi “Bos”

Banyak Jalan untuk Menjadi “Bos”

Selasa, 13 Januari 2015
Saat ini banyak anak-anak muda yang jadi bos bagi dirinya sendiri. Mereka adalah orang-orang yang tak mau sekedar puas menjadi karyawan, meski setinggi apapun levelnya. Mereka adalah orang-orang yang berani meretas jalan, bahkan menantang resiko atas pilihannya berdiri dan bergerak, dengan ide, kaki dan dua tangannya sendiri.
Cara menjaga kesuksesan karier Anda - Ist
Cara menjaga kesuksesan karier Anda
Banyak yang berhasil. Banyak pula yang sedang berproses bersama liku-liku tantangan serta kendala yang dihadapinnya. Orang seperti merekalah yang banyak dibutuhkan negeri. Mereka, adalah orang yang berusaha dengan tangan sendiri, menjadi bos bagi dirinya sendiri, membuka lapangan pada yang lain, pada akhirnya merekalah menjadi bagian dari pemberdayaan di negeri ini lewat jalur wirausaha. Harap dicatat, negeri ini sangat kekurangan para entrepreneurs. Dalam kata lain, negeri ini kekuarangan para wirausahawan.
Cerita keberhasilan Joseph Theodorus Wuliandi, pemilik kaos Joger adalah salah satu contoh dari sekian banyak kisah yang bisa jadi inspirasi. Contoh lainnya, adalah keberhasilan merek Dagadu di Yogyakarta. Kini, Joger telah melegenda. Bahkan, menjadi salah satu ikon pariwisata Pulau Dewata. Pun, Dagadu.
Joger atau Dagadu adalah contoh terbaik, bagaimana sebuah peluang ditangkap lalu jadi lahan investasi yang bisa mengangkat derajat, bukan hanya diri sendiri, tapi juga orang lain, bahkan nama Indonesia. Presenter Daniel Mananta adalah contoh lainnya yang bisa jadi rujukan inspirasi, bagaimana mencipta peluang yang berasal dari ide, gagasan dan kreativitas sendiri. Sebagai presenter kondang yang banyak memandu acara atau program besar di televisi, Mananta tentu dari sisi materi sudah sangat cukup. Sebagai pembawa acara kelas atas, bayarannya pun masih dengan nominal yang mapan. Tapi dia tak berpuas diri. Ia ingin menghasilkan sesuatu yang berasal dari isi kepalanya sendiri. Maka, kemudian lahirlah kaos berlabel Damn! I Love Indonesia.
Dan di era teknologi, dimana internet sudah menjadi bagian dari keseharian, peluang untuk mengkapitalisasikan ide menjadi sesuatu yang berpeluang menjadi investasi, mendapat dukungan yang tepat. Internet seakan jadi jalan terbuka, bagi mereka-mereka yang ingin mengembangkan kemampuan dan potensi diri sendiri. Apalagi setelah adanya jejaring media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, Path, Youtube dan lain-lain.
Coba tengok Twitter. Twitter, selain menjadi republik warga untuk bisa bersuara bebas, tapi Twitter juga telah menjadi ‘supermarket besar’ tanpa sekat dan batas bagi para penjual barang apapun. Berbagai barang, mulai dari kaos, celana, sepatu, ragam aksesoris, macam barang elektronik dan masih banyak lagi barang ditawarkan dengan segala variasi gayanya di Twitter oleh para penjualnya. Bahkan, jualan makanan pun marak ramai di Twitter. Republik Twitter pun jadi ruang pameran tanpa batas untuk mempromosikan segala macam barang atau bentuk dagangan.
Pun Facebook, sekarang fungsinya tak sekedar sebagai media sosial tempat para netizen mencari kawan-kawan lama dan baru. Tapi, Facebook pun sudah seperti ‘pasar maya’ bagi mereka yang ingin menjual produk apapun itu. Layanan lain yang bisa jadi jalan untuk jadi bos sendiri, adalah aplikasi seperti Whatsapp, Line, Blackberry Messenger, WeChat dan lainnya. Ini aplikasi-aplikasi yang bisa dipakai sebagai senjata oleh mereka para wirausahawan untuk menawarkan barang, atau merawat dan berkomunikasi dengan para pelanggannya.
Jadi jangan jeri tak ada jalan untuk jadi bos sendiri. Modalnya, hanya ide orisinal, kreativitas, kemampuan menangkap peluang serta kepiawaian berkomunikasi plus merawat kepercayaan pelanggan.Misal Anda punya kemampuan mengolah kata-kata menjadi kalimat yang ‘nyeleneh’, eksentrik dan menarik, itu adalah peluang yang bisa dijadikan emas. Aplikasikan itu misalnya lewat produk seperti kaos, mug, atau aksesoris lainnya. Bila sudah ada rancangan fix, tawarkan dengan berbagai kanal yang telah tersedia, mau Facebook, Twitter, Path, Instagram, Blackberry Messenger, Whatsapp, Line dan lain-lain.
Berdayakan jejaring yang dimiliki. Promosikan barang dengan gaya khas Anda. Rayu teman terdekat, minta mereka membelinya, atau bila perlu berikan contoh barang dengan gratis atau dengan diskon. Minta mereka promosikan. Dan jangan lupa, Anda harus jadi orang yang terbuka dengan segala kritikan dan keluhan. Ini penting, untuk perbaikan kualitas produk yang Anda andalkan.
Jadi jangan cepat patah arang, bila ada yang komplain dengan produk yang Anda jual. Catat segala komplain. Jadikan itu bahan untuk evaluasi, sehingga layanan bisa lebih memuaskan. Kesabaran dalam menjalani proses itu yang sangat penting dimiliki bagi mereka yang ingin jadi bos bagi diri sendiri. Karena lewat proses itulah, Anda akan dapat bahan yang sangat berharga untuk mengembangkan diri. Dari proses itulah, Anda akan mengenali, apa kekurangan, kelebihan atau kelemahan, baik itu menyangkut produk, maupun dari kepribadian sendiri. Bersikaplah rendah hati. Jangan segan meminta maaf, bila layanan tak memuaskan. Perlakukan pelanggan bak kerabat atau kawan karib Anda. Berkomunikasilah dengan hangat seperti laiknya dua sahabat. Jangan posisikan Anda sebagai bos yang terkesan arogan dan kaku. Pepatah bilang, pembeli atau pelanggan adalah Raja. Maka artinya, kita adalah pelayan. Rumus bakunya seperti itu.
Perhatian pada pelanggan pun sangat penting. Karena ini jadi bagian untuk merawat kesetiaan mereka. Selalu minta tanggapan, atau sekedar testimoni. Ini akan jadi bahan promosi penting bagi Anda untuk selanjutnya. Bahkan sangat perlu, Anda sempatkan waktu sekedar menyapa pelanggan yang telah membeli produk. Bila Anda tahu, kapan dia berulang tahun, jangan segan untuk ikut mengucapkan selamat. Ini seperti sepele. Tapi, ini adalah bagian dari merawat kesetiaan pelanggan. Karena sentuhan yang sifatnya pribadi, akan sangat diapresiasi oleh pelanggan. Mereka akan merasa sangat dihargai, tak sekedar dianggap pembeli, tapi bagian dari keluarga.
Serta yang tak kalah penting lagi, jangan cepat berpuas diri. Jangan selalu menitikberatkan pada hasil besar. Namun, jalani proses dengan sabar, itu yang lebih penting. Karena bila Anda sudah terbiasa dengan proses yang penuh liku, mentalitas akan lebih terbangun kukuh. Saya yakin, bila sudah punya mental, badai sekeras apapun tak akan menggoyahkan jalan perjuangan yang sedang ditempuh.
Terbukalah pada setiap perkembangan. Teruslah menggali ide dan gagasan baru, agar produk Anda tetap menarik untuk dilirik, karena terus menghadirkan hal-hal baru. Apalagi sekarang sudah ada internet, rumah yang berisikan bermilyar-milyar bahan inspirasi. Jadikan internet, sebagai tempat untuk menggali ide dan kreativitas baru yang bisa memperkaya dan menambah ragam produk yang Anda punya. Jadi, seperti pepatah, banyak jalan menuju Roma. Maka, banyak jalan pula menjadi bos.
Tag »

0 Komentar Untuk "Banyak Jalan untuk Menjadi “Bos”"

Out Of Topic Show Konversi KodeHide Konversi Kode Show EmoticonHide Emoticon

Terimakasih atas komentar Anda di "Banyak Jalan untuk Menjadi “Bos”"