Kita menganggap Teknologi Media Sosial ada untuk memberikan manfaat bagi umat manusia. Segala hal menjadi lebih mudah dengan adanya Teknologi Media Sosial. Namun dari lain sisi Teknologi juga dapat menimbulkan masalah dan bencana. Hal ini bisa kita lihat sekarang ini, Memang banyak orang yang terbantu dengan Teknologi, namun banyak juga orang yang sengsara dan bahkan kehilangan nyawa karena teknologi. Khususnya untuk media sosial, saat ini media sosial adalah sesuatu yang tak pernah lepas dari tangan manusia, seperti yang saya alami sendiri, saya tak pernah bisa lepas dari media sosial (Facebook, BBM, Blogger, dan Lain-lain). Memang media sosial bisa memberikan manfaat bagi seseorang, banyak orang yang terbantu karenanya. Namun kawan, jangan salah media sosial juga bisa berbahaya bagi banyak orang, Lho ko bisa, yaps bagi orang-orang yang sudah kecanduan dengan yang namanya media sosial, hidup mereka akan terancam, dan yang paling parah, banyak dari mereka yang kehilangan nyawa karena Media sosial tersebut.
Ngeri!! Kecanduan Media Sosial Nyawa pun Melayang
Seperti yang akan saya sampaikan di bawah ini, Beberapa kejadian dari Mereka yang kehilangan Nyawa karena kecanduan dan sangat tergantung pada yang namanya Media Sosial :
Gantung Diri (Kecanduan media Sosial Facebook)
Goswami, seorang remaja perempuan dari India, ditemukan tewas gantung diri di kamarnya. Saat ditemukan, matanya melotot dan lidahnya terjulur keluar. Badannya berputar-putar karena tali yang digunakan untuk gantung diri diikat di kipas angin kamarnya. Orang tuanya mengaku, sebelumnya mereka menegur Goswami karena terlalu sibuk bermain Facebook. Mereka khawatir anak mereka kecanduan dan sering lalai dengan pekerjaan rumah. Toh meski kerap dimarahi, Goswami membandel. Akhirnya suatu kali orang tuanya mengancam akan mengambil ponsel Goswami dan tak dikembalikan. Setelah mendapat ancaman tersebut, ia masuk ke dalam kamar dan menguncinya. Beberapa saat kemudian, ia ditemukan gantung diri di kamarnya.
Dipukul Hingga Tewas (Kecanduan Internet)
Seorang remaja di Cina bernama Deng Senshan meninggal kurang dari satu hari setelah dibawa ke pusat rehabilitasi internet. Beberapa bagian tubuhnya lebam dan membiru. Disinyalir ia meninggal setelah dipukuli oleh teman-teman di tempat rehabilitasi akibat tak mau berhenti bermain sosial media di komputernya. Kecandua internet merupakan masalah besar di Cina. Karenanya, banyak pusat rehabilitasi kecanduan internet yang didirikan di Cina.
Menabrakkan Diri ke Kereta (Kecanduan Ponsel dan laptop)
Tallulah Wilson, remaja perempuan yang memilih bunuh diri karena tak diperbolehkan memainkan ponsel oleh ibunya. Ibu Tallulah menyimpan ponsel dan laptop anaknya karena khawatir dengan anaknya yang terlalu sibuk dengan sosial media. Saat ponsel dan laptop nya diambil, Tallulah berteriak pada ibunya bahwa di internet ada 18.000 orang yang menyayangi nya dibanding di dunia nyata. Diduga ia depresi akibat kematian sang nenek dan perceraian orang tuanya. Ia pun memilih keluar rumah dan menabrakkan dirinya ke kereta yang lewat di Stasiun St. Pancras.
Tewas Mengambang di Sungai (Kecanduan Neknomination)
Jonny Byrne ditemukan tewas mengambang di sebuah sungai setelah lompat dari jembatan saat melakukan neknomination. Neknomination merupakan trend di internet tentang orang yang merekam dirinya di video sambil minum alkohol dalam jumlah yang banyak di tempat berbahaya. Di akhir video orang tersebut mesti meneriakkan nama temannya untuk melakukan aksi yang sama.
Jatuh dari Jembatan (Kecanduan Facebook)
Seorang remaja perempuan ditemukan tewas tenggelam di sungai. Di tangannya, ditemukan ponsel yang masih hidup dan menampakkan akun Facebook yang ia miliki. Diduga akibat terlalu asyik bermain Facebook, ia terjatuh dari atas jembatan ke dalam sungai dan tenggelam akibat tak bisa berenang.
Bunuh Diri Karena Selfie (Kecanduan Foto Selfie)
Seorang remaja pria di Inggris mencoba bunuh diri karena tidak puas dengan hasil selfie yang diambilnya. Danny Bowman menghabiskan 10 jam dalam sehari untuk selfie sebanyak 200 kali. Karena merasa kecewa, pemuda ini hampir saja mengalami over dosis, untungnya Ibu pemuda berusia 19 tahun ini berhasil menyelamatkannya. Karena kasus Bowman yang ekstrim ini, para dokter jiwa mulai menganggap jika kecanduan Selfie merupakan gangguan jiwa yang tergolong serius.
Masih banyak lagi dari mereka yang kehilangan nyawa karena media sosial. Jadi untuk kita yang masih bisa mengenyam dan menyentuh media sosial, alangkah baiknya, jika kita bisa membagi waktu dan juga memanfaatkan media sosial sebaik mungkin, jangan menjadikan media sosial tempat sebagai bersandar, jangan menjadikan media sosial sebagai dunia mu, media Sosial hanyalah sebuah dunia maya yang tak nyata, Dunia yang Tak peduli dengan Kamu, Namun yang sangat peduli dengan Anda adalah dunia nyata, dimana Anda berada, Anda mempunyai keluarga, Anda mempunyai teman, sahabat, yang bisa mengisi dan menghibur Anda. Gunakan sebijak mungkin akan sosial media, dan teruslah jalin hubungan yang baik dengan Lingkungan dimana Anda ada sekarang.
|
Ngeri!! Kecanduan Media Sosial Nyawa pun Melayang
Kamis, 25 Desember 2014
Tag »
Gaya Hidup

0 Komentar Untuk "Ngeri!! Kecanduan Media Sosial Nyawa pun Melayang"
Out Of Topic Show Konversi KodeHide Konversi Kode Show EmoticonHide Emoticon