Bagi Kita kaum Lelaki di Indonesia, tentunya mendapatkan pasangan hidup (Seorang perempuan) Yang perawan adalah hal yang membanggakan. Dalam agama juga seorang wanita yang bisa menjaga kegadisannya (Keperawanannya) adalah perempuan yang baik. Dalam kehidupan sehari-hari keperawanan seorang perempuan selalu dikaitkan dengan ada tidaknya selaput dara pada organ vital perempuan. Terlebih dalam kehidupan sosial status keperawanan selalu dikaitkan dengan kualitas dan nilai dari seorang perempuan. Tentunya kita masih ingat dengan kasus tentang Bupati yang menceraikan istrinya hanya karena alasan sudah tidak perawan, dan kasus-kasus baru yang menjadi aturan ketika seorang perempuan yang mendaftar Polwan haruslah seorang yang masih perawan. Nah begitu pentingkah status Perawan seorang wanita dalam berbagai Hal.
Timbul dalam benak saya, Apakah Perawan Itu dan Apakah Keperawanan itu Ada ?

3 Mitos perawan dan Selaput Dara Yang Harus Diketahui
Berikut adalah beberapa Mitos Tentang pengetahuan Keperawanan dan Selaput Dara, silahkan disimak, dan jangan lupa untuk berkomentar bila ada hal yang kurang atau ada hal yang menurut anda salah..
Beberapa Mitos tentang Selaput Dara Dan Keperawanan Seorang perempuan
1. Mitor - Tidak semua perempuan lahir dengan selaput dara
Ternyata tidak semua perempuan lahir dengan selaput dara dalam alat kelaminnya. Meski dengan jumlah relatif kecil, tetapi tidak semua perempuan lahir dengan memiliki selaput dara. Hal ini diambil dari berbagai penelitian yang dilakukan di Eropa, Amerika dan Asia.
2. Mitos - Bentuk selaput dara pada setiap perempuan berbeda
Seperti halnya sidik jari kita yang berbeda-beda, selaput dara yang berbentuk membran lendir pada setiap perempuan pun berbeda-beda. dr. Suryono Slamet Iman Santoso, pakar Obstetrik Ginekologi dari Fakultas Kedokteran UI menyatakan bahwa selaput dara wanita memang berlainan dan memiliki bentuk lubang atau pori yang bervariasi. Derajat kelembutan dan fleksibilitas dari selaput dara ini pun berbeda-beda.
3. Mitos - Pendarahan tidak menjamin keperawanan
Karena bentuk selaput dara yang berbeda-beda maka tidak semua perempuan akan mengalami pendarahan pada saat pertama kali berhubungan intim. Selain itu, selaput dara bisa saja rusak ketika sedang ber_olahraga dan aktivitas fisik lainnya yang tidak disadari. Jadi kita tidak bisa menilai seorang perempuan yang tak perawan hanya karena selaput dara_nya tidak ada.
Lantas Kenapa Banyak Orang yang mempertanyakan Keperawanan, kenapa Banyak orang yang tidak mempertanyakan soal Keperjakaan?
Dimana letak keadilan itu, Kenapa selalu wanita yang harus selalu di tindas?
Silahkan berikan Komentar Anda terkait keperawanan dan keperjakaan dalam status sosial, berbagi pendapat dan pengetahuan akan membuat kita lebih tahu dan lebih kritis terhadap sesuatu..
Tambahan Tentang Selaput dara
Bentuk bentuk selaput dari yang harus diketahui :
- Annular Hymen, selaput yang melingkari lubang pada alat kelamin wanita. Dengan bentuk selaput seperti ini, kemungkinan besar tidak akan mengalami pendarahan ketika melakukan seks pertama kali.
- Septate Hymen, selaput yang ditandai dengan beberapa lubang yang terbuka.
- Cibriform Hymen, selaput dengan beberapa lubang kecil dengan jumlah yang lebih banyak
0 Komentar Untuk "Mitos perawan dan Selaput Dara Yang Harus Diketahui"
Out Of Topic Show Konversi KodeHide Konversi Kode Show EmoticonHide Emoticon